February 2012
53 posts
Say’s : “Muka boleh marinir, hati mah marimar. Se-preman-premannya laki-laki tetep ajah hatinya mah terbuat dari coklat, dipanasin pake cinta mah meleleh.” ROTFL #momentKarimunJawa” —
2nd destination trip : Semarang
saya dan kawan menyebutnya kota kuning, karena Semarang begitu kuning, semuanya kuning ketika dimalam harinya. dan yang paling menyenangkan dari kota kuning ini adalah MAKANANNYA!!!!!
h-1 : begitu sampai di Semarang, setelah perjalanan dari Jepara, kami semua jajan tahu petis di Simpang Lima.
h-2 : kami sarapan tahu gimbal, malamnya kami makan nasi angkringan walaupun sudah biasa merasakan angkringan di Bandung tetap saja rasanya berbeda karena kami sedang berada di kota orang dan tentunya kami menikmatinya bersama-sama kawan.
h-3 : hari ini sarapan yang paling spesial menurut saya, soto pindang sama garang asem hmmmm yumsss… saya masih bisa merasakan bagaimana rasanya soto itu dan saya hampir setiap saat merindukan makanan ini. dan untuk makan malamnya saya mencoba bubur semarang, haha ini juga yang gak banyak kita temui di Bandung, buburnya berkuah kaldu dan ditemani sate telor puyuh, sate ati ampela dan sate kulit.
satu lagi di kota ini yaitu wisatanya dan malam-malam yang kami habiskan di Kota Tua dan Lawang Sewu, sisanya kami habiskan dengan berbagi canda tawa dan berbagi kasur untuk mengistirahatkan badan. very nice trip and unforgetable moment, thank a lot gang for nice vacation we’ve been shared. hopely we’re share many more laugh and happiness in next vacation. love you… :*
1st destination trip : Karimun Jawa.
jujur ketika ingin menulis cerita ini, tak ada satu pun yang dapat saya tuliskan, padahal banyak sekali kata-kata, memori-memori yang berterbangan di otak saya. hanya banyak berdiam mengenang memori-memori indah yang terekam oleh panca indra saya.
mata ini banyak mengambil gambar betapa indahnya pulau itu dengan segala isinya, dan sangat sangat sangat mengagumi biota lautnya. saya dan kawan berhasil mengitari tujuh pulau di Karimun dan semuanya begitu menghipnotis aku mengucap syukur kepada Tuhan pencipta alam semesta. karang-karangnya terbentuk indah, kaya akan nilai artistik berkelas. tak kalah penghuni lautan itu sendiri, ikan-ikan yang memiliki beragam warna, bentuk dan ramah menyapa ketika kami memberi mereka makan di Pulau Kecil. Clown Fish juga berhasil membuatku tertawa bahagia karena dia begitu mengemaskan.
lidah ini juga banyak menggucap kata syukur dan tak hentinya, ketika mata ini menyimpan semua gambar indah hasil tangan Tuhan. tidak cuma itu, saya dan kawan berhasil merasakan rasa alami ikan hasil tangkapan warga sekitar yang dimasak sederhana yang menjadi menu makan siang kami di beberapa pulau di Karimun. satu lagi yang tak terlupakan lidah ini yaitu rasa daging bulu babi.
hidung ini juga masih bisa menghafal baunya laut. amisnya lautan juga amisnya ikan yang saya beli di pengepul ikan.
save the last for the best, ha ha.. kulit ini adalah yang banyak cerita yang membekas di tubuh ini. kami merasakan panas, sejuknya angin dan sejuknya air laut Karimun, gatel-gatel entah karena apa, ha ha.. paling oleh-oleh adalah kebakar matahari, kulit jadi gelap dan pulang ke Bandung dengan kondisi kulit megar-megar :D
kulit hitam atau kulit megar-megar, semua itu tidak menjadikanku bersedih atau menjadi menyesal karena tanpa semua itu aku tidak akan pernah bersyukur masih bisa menikmati bahagianya hidup dan tentunya bersyukur kepada Tuhan. dan aku masih bisa banyka menikmati liburan ini.